Regional

Alat Berat Turun, Perbaikan Jalan Petapahan-Gelombang Dikebut Meski Anggaran Terbatas

41
×

Alat Berat Turun, Perbaikan Jalan Petapahan-Gelombang Dikebut Meski Anggaran Terbatas

Sebarkan artikel ini
Alat berat sedang bekerja memperbaiki Jalan Lintas Petapahan-Gelombang, Desa Tanjung Sawit, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Kamis (9/7/2026). Ditengah keterbatasan anggaran perbaikan jalan tetap berjalan sebagai bentuk komitmen Pemprov Riau dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (ist)

KAMPAR  – Deru alat berat terdengar memecah suasana di Jalan Lintas Petapahan-Gelombang, Desa Tanjung Sawit, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, Kamis (9/7/2026). Sebuah ekskavator tampak mengeruk badan jalan yang rusak, sementara dump truck silih berganti mengangkut material timbunan. Di sisi lain, grader meratakan permukaan jalan agar kembali layak dilintasi.

Di tengah lalu lintas kendaraan yang tetap berjalan, para pekerja terus berjibaku memperbaiki ruas jalan yang selama ini dipenuhi lubang dan bergelombang. Debu beterbangan saat kendaraan berat melintas, menandakan proses perbaikan masih berlangsung.

Perbaikan fungsional ruas Jalan Petapahan-Gelombang tersebut dilakukan Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (PUPR-PKPP) Riau lewat Unit Pelaksana Teknis Jalan dan Jembatan (UPTJJ) Wilayah V.

Meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran, perbaikan infrastruktur jalan tetap menjadi prioritas. Penanganan dilakukan sebagai respons atas keluhan masyarakat yang selama ini mengeluhkan kondisi jalan rusak dan membahayakan pengguna.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi, melalui Plt Kepala UPTJJ Wilayah V, Basharuddin, mengatakan perbaikan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Plt Gubernur Riau agar seluruh UPT memastikan kondisi jalan tetap aman dan nyaman bagi masyarakat.

“Perbaikan fungsional ruas Jalan Petapahan-Gelombang ini menindaklanjuti arahan Plt Gubernur Riau yang meminta seluruh UPT memastikan kondisi infrastruktur jalan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat,” kata Basharuddin.

Menurutnya, penanganan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan titik-titik kerusakan paling parah. Cara ini dipilih agar pekerjaan lebih efektif dan hasilnya dapat bertahan lebih lama.

Ia menjelaskan, ruas Jalan Petapahan-Gelombang merupakan jalur yang memiliki tingkat lalu lintas cukup tinggi. Setiap hari jalan tersebut dilalui kendaraan bertonase besar, seperti truk pengangkut material, truk CPO, hingga kendaraan pengangkut hasil perkebunan kelapa sawit.

Kondisi tersebut membuat kerusakan jalan lebih cepat terjadi sehingga membutuhkan penanganan berkala.

“Kita kerjakan secara bertahap pada titik-titik yang menjadi prioritas. Tujuannya jelas, meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat yang melintas di ruas jalan ini,” ujarnya.

Selain memperbaiki akses masyarakat, langkah ini juga diharapkan dapat memperlancar arus distribusi barang dan hasil perkebunan yang menjadi penopang perekonomian di wilayah Kampar dan sekitarnya.

Melalui penanganan fungsional ini, Pemprov Riau menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas infrastruktur jalan, meski dilakukan di tengah keterbatasan anggaran. Pemerintah juga mengajak seluruh pengguna jalan untuk ikut menjaga ruas yang telah diperbaiki agar manfaatnya dapat dirasakan lebih lama. (Tfa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *