Regional

13 Program Kebudayaan Siak Dapat Rp3,1 Miliar, Ini Daftar Lengkapnya

21
×

13 Program Kebudayaan Siak Dapat Rp3,1 Miliar, Ini Daftar Lengkapnya

Sebarkan artikel ini
Istana Sultan Siak. (ist)

RIAUTIMES.COM, SIAK – Keterbatasan anggaran daerah tidak membuat kegiatan kebudayaan di Kabupaten Siak berhenti. Pemerintah Kabupaten Siak memilih mencari sumber pendanaan lain dari pemerintah pusat.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Sebanyak 13 kegiatan kebudayaan di Siak mendapatkan dukungan APBN dengan total mencapai Rp3.152.590.408.

Dana tersebut berasal dari Dana Indonesia Raya 2026 Kementerian Kebudayaan RI.

Salah satu kegiatan yang mendapatkan dukungan adalah Festival Siak Bermadah 2026. Festival ini sebelumnya sempat terdampak kebijakan efisiensi anggaran daerah.

Bupati Siak Afni Zulkifli mengatakan, keterbatasan APBD tidak boleh membuat kegiatan pembangunan dan kebudayaan berhenti.

Pemkab Siak harus lebih aktif mencari sumber pembiayaan lain. Salah satunya dengan mengajukan program kepada pemerintah pusat.

“Gerak pembangunan dipastikan tetap berjalan di Kabupaten Siak, termasuk kegiatan kebudayaan. Kita tidak boleh menyerah. Kalau APBD tidak ada, kita masih punya sumber-sumber pembiayaan lainnya,” kata Afni, Selasa (11/8/2026).

Menurut Afni, terdapat sekitar 13 kegiatan kebudayaan yang berhasil mendapatkan dukungan pemerintah pusat.

Kegiatan tersebut diusulkan melalui individu, komunitas maupun lembaga. Program-program itu akan dilaksanakan pada 2026 dan 2027.

Afni menyebut Siak menjadi salah satu daerah dengan usulan kegiatan cukup banyak yang berhasil mendapatkan dukungan.

“Alhamdulillah, tahun ini ada sekitar 13 kegiatan kebudayaan yang insyaallah didanai APBN, termasuk Festival Siak Bermadah yang sebelumnya sempat kita efisiensikan,” ujarnya.

Untuk tahun ini, dua agenda besar direncanakan digelar. Yakni Festival Sastra Sungai Jantan dan Festival Siak Bermadah.

Kedua kegiatan tersebut tidak lagi mengandalkan APBD Kabupaten Siak.

“Tahun ini ada dua event rencananya, yaitu Festival Sastra dan Festival Siak Bermadah. Insyaallah dilaksanakan tidak dari APBD,” kata Afni.

Istana Siak Juga Direvitalisasi Pakai APBN

Tidak hanya kegiatan seni dan kebudayaan. Pemkab Siak juga mencari dukungan pemerintah pusat untuk merawat bangunan bersejarah.

Afni memastikan revitalisasi Istana Siak dan Balairung Sri mulai dilaksanakan tahun ini menggunakan dukungan APBN.

Sebelumnya, revitalisasi kedua bangunan tersebut direncanakan menggunakan APBD. Namun rencana itu terdampak kebijakan efisiensi anggaran.

Pemkab Siak kemudian mengupayakan sumber pendanaan pemerintah pusat. Langkah tersebut dilakukan agar perawatan aset sejarah tetap berjalan.

“Tahun ini insyaallah kita akan memulai revitalisasi Istana dan Balairung Sri dari APBN. Ini ikhtiar kita agar pembangunan daerah tetap bisa berjalan dengan baik,” tegas Afni.

Afni mengatakan, kondisi keuangan daerah harus mendorong pemerintah lebih kreatif mencari sumber pendanaan.

“Kita tidak boleh menyerah terhadap kondisi ini. Kita terus mengetuk pintu-pintu yang ada,” katanya.

Kebudayaan Diminta Tak Hanya Berpusat di Siak

Afni juga ingin kegiatan kebudayaan tidak hanya berlangsung di pusat Kabupaten Siak.

Agenda seni dan budaya diharapkan menjangkau kecamatan dan kampung. Dengan begitu, masyarakat dan generasi muda bisa terlibat langsung.

“Denyut kemelayuan dan kebudayaan itu coba kita luaskan di kecamatan. Memang pusatnya di Siak, tetapi kegiatan bisa saja dilaksanakan di tempat lain,” ujarnya.

Berikut 13 penerima bantuan Dana Indonesia Raya 2026 dari Kabupaten Siak:

1. Irham Temas Sutomo – Kajian Benda Cagar Budaya Koleksi Museum Istana Siak Sri Indrapura “Treasures of Siak”.

2. Budi Rahmad Ramadhan – Revitalisasi dan Penyusunan Pranata Adat Masyarakat Adat Perbatinan, Antan-Antan, dan Kepenghuluan di Kabupaten Siak.

3. Budi Rahmad Ramadhan – Ekspedisi Tapak Istana Raja Kecil di Hulu Riau “Jejak Awal Kesultanan Siak Sri Indrapura”.

4. Alfo Rahmatul Ikhfar, S.Ark – Pemetaan LiDAR pada Situs Cagar Budaya Makam Raja Kecik dan ODCB Situs Koto Salamah.

5. Franki Montana, S.Ark – Rekonstruksi Inskripsi Kuno menggunakan teknologi Hybrid 3D Laser Scanning dan Fotogrametri LiDAR di Kompleks Makam Tengku Buang Asmara.

6. LAMR Kabupaten Siak – Prosesi Ritual Adat Penabalan Datuk Seri Ketua MKA LAMR terpilih, Penabalan Datuk Seri Setia Amanah Bupati dan Wakil Bupati Siak, serta Pelantikan Tameng Adat LAMR Siak.

7. Explore Siak – Festival Siak Bermadah 2026.

8. Randa Mustaqim – Rewang Riang Kampung Paluh.

9. Tengku Zulkarnain, S.Sos., M.Si – Festival Sastra Sungai Jantan.

10. Sanggar Mahligai – Festival Pertunjukan Seni Tari.

11. Komunitas RUAS – Festival Kesenian Melayu di Sudut-Sudut Negeri.

12. Febrian Saputra – Festival Gemilang Dihilir: Merajut Warisan Budaya Berseri di Hilir.

13. SKELAS – Merawat Warisan Budaya Melayu Siak melalui Pameran dan Demo Day Kriya serta Fashion.

Total bantuan yang diterima 13 penerima tersebut mencapai Rp3,15 miliar.

Afni berharap dukungan tersebut mampu menjaga keberlangsungan seni, budaya dan peninggalan sejarah di Kabupaten Siak.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada komunitas, individu dan lembaga yang mengajukan program. Apresiasi turut disampaikan kepada Kementerian Kebudayaan serta Komisi X DPR RI yang ikut mengawal usulan tersebut.

“Tahniah untuk para penerima manfaat. Semoga semua agenda berjalan lancar serta memberi manfaat untuk seni budaya,” kata Afni.*/(Wyu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *