Nasional

Viral Usai Kritik Program MBG, Siapa Sebenarnya Fathimah Azzahra?

18
×

Viral Usai Kritik Program MBG, Siapa Sebenarnya Fathimah Azzahra?

Sebarkan artikel ini

NAMA Fathimah Azzahra belakangan menjadi sorotan setelah pernyataannya dalam sebuah diskusi mengenai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ramai beredar di media sosial.

Dalam forum tersebut, Fathimah menyampaikan pandangan kritis mengenai kebijakan pemerintah. Ia juga menyoroti pentingnya menentukan prioritas pembangunan.

Pernyataannya kemudian mendapat beragam tanggapan dari masyarakat. Sosok Fathimah pun ikut menjadi perhatian publik, tidak lagi hanya dikenal di lingkungan kampus Universitas Indonesia (UI).

Lantas, siapa sebenarnya Fathimah Azzahra?

Fathimah merupakan mahasiswi Program Sarjana Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) angkatan 2023. Saat ini, ia juga dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) periode 2026.

Dalam kepengurusan tersebut, Fathimah mendampingi Yatalathof Ma’shum Imawan yang terpilih sebagai Ketua BEM UI.

Jauh sebelum namanya ramai diperbincangkan karena diskusi MBG, Fathimah telah menjalani perjalanan akademik dan organisasi sejak duduk di bangku sekolah hingga menjadi mahasiswa kedokteran.

Fathimah merupakan lulusan SMA Negeri 3 Depok. Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, ia berhasil diterima di Fakultas Kedokteran UI melalui jalur Talent Scouting pada Program Kelas Khusus Internasional (KKI).

Ia tercatat resmi menjadi mahasiswa UI pada 28 Agustus 2023.

Dalam tulisan yang dibuatnya ketika mengikuti proses penerimaan mahasiswa FKUI, Fathimah menggambarkan dirinya sebagai sosok yang memiliki rasa ingin tahu besar terhadap ilmu pengetahuan.

Ketertarikan itu tumbuh dari berbagai pertanyaan sederhana mengenai alam semesta, manusia hingga kehidupan. Perjalanan pendidikannya juga tidak terlepas dari dukungan keluarga dan guru.

Fathimah secara khusus memberikan apresiasi kepada para guru di SMA Negeri 3 Depok yang telah memberikan dukungan serta kepercayaan terhadap kemampuannya.

Mulai Aktif Berorganisasi di FKUI

Memasuki dunia perkuliahan, aktivitas Fathimah tidak hanya berkutat dengan pendidikan kedokteran. Ia mulai terlibat dalam sejumlah kegiatan kemahasiswaan dan organisasi.

Pada 2024, Fathimah dipercaya menjadi Head of Community of Neuroscience and Psychiatry (CORE) FKUI.

Ia juga pernah menjadi Project Officer Semarak Ramadhan yang diselenggarakan Forum Studi Islam FKUI.

Pengalaman berorganisasi tersebut kemudian berkembang. Fathimah mulai masuk dalam organisasi mahasiswa di tingkat Universitas Indonesia.

Pada 2025, ia menjabat sebagai Head of 2nd Commission Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Indonesia (DPM UI).

Fathimah juga terlibat dalam Kongres Mahasiswa UI. Dari aktivitas tersebut, ia semakin banyak bersentuhan dengan persoalan representasi mahasiswa, dinamika organisasi hingga proses pengambilan keputusan di lingkungan kampus.

Pengalaman itu kemudian menjadi salah satu bekalnya ketika melangkah ke kepemimpinan BEM UI.

Tetap Berprestasi di Bidang Kedokteran

Kesibukan dalam organisasi tidak membuat Fathimah meninggalkan kegiatan akademik dan penelitian di bidang kedokteran.

Pada April 2025, Fathimah bersama Robby Malik Chandra Sudrajat, Nabila Najwa Nurisma dan Alya Citra berhasil meraih Juara I Oral Presentation dalam The 17th Liver Update 2025.

Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaiannya selama menjalani pendidikan di Fakultas Kedokteran UI.

Fathimah juga pernah dipercaya menjadi salah satu orator dalam forum “Independence of the Medical Profession”.

Forum tersebut diselenggarakan Dewan Guru Besar FKUI bersama BEM FKUI pada 2025.

Keterlibatan tersebut memperlihatkan aktivitas Fathimah tidak hanya berada di bidang akademik dan penelitian. Ia juga mulai terlibat dalam pembahasan persoalan yang berkaitan dengan pendidikan serta profesi kedokteran.

Terpilih Jadi Wakil Ketua BEM UI

Perjalanan Fathimah dalam berbagai organisasi mahasiswa berlanjut pada Pemilihan Raya UI 2026.

Dalam pemilihan tersebut, Fathimah berpasangan dengan Yatalathof Ma’shum Imawan.

Pasangan tersebut kemudian terpilih memimpin BEM UI periode 2026. Yatalathof dipercaya menjadi Ketua BEM UI, sedangkan Fathimah menduduki posisi Wakil Ketua BEM UI.

Jabatan tersebut membawa Fathimah ke lingkup organisasi yang lebih luas. Ia tidak lagi hanya bersentuhan dengan persoalan mahasiswa kedokteran, tetapi juga berbagai isu yang berkaitan dengan mahasiswa dari banyak fakultas dan latar belakang di UI.

Pengalamannya selama berada di DPM UI, Kongres Mahasiswa UI dan sejumlah organisasi sebelumnya menjadi bekal untuk menjalankan tanggung jawab tersebut.

Jadi Sorotan Setelah Diskusi MBG

Nama Fathimah kemudian semakin dikenal di luar lingkungan kampus setelah pernyataannya dalam sebuah diskusi mengenai Program Makan Bergizi Gratis beredar luas di media sosial.

Dalam diskusi itu, Fathimah menyampaikan pandangan kritis mengenai kebijakan pemerintah dan pentingnya menentukan prioritas pembangunan.

Pernyataan tersebut memunculkan beragam respons dari masyarakat.

Sorotan itu membuat Fathimah tidak lagi hanya dikenal sebagai mahasiswi kedokteran maupun Wakil Ketua BEM UI. Namanya mulai mendapat perhatian sebagai salah satu wajah baru dalam aktivitas mahasiswa UI.

Popularitas tersebut sekaligus membawa konsekuensi. Pernyataan yang disampaikan mahasiswa ketika tampil di ruang publik dapat menjadi bahan perdebatan dan mendapat penilaian dari berbagai kelompok masyarakat.

Di tengah perhatian publik tersebut, Fathimah masih menjalani pendidikan sebagai mahasiswi kedokteran.

Di satu sisi, ia harus menyelesaikan pendidikan dan mempersiapkan diri untuk menjadi seorang dokter. Di sisi lain, Fathimah juga memikul tanggung jawab sebagai Wakil Ketua BEM UI.

Dua aktivitas itu berjalan bersamaan dalam perjalanan Fathimah saat ini.

Sejauh ini, perjalanan tersebut telah membawanya melewati berbagai pengalaman di bidang akademik, penelitian, organisasi hingga advokasi mahasiswa.

Dari SMA Negeri 3 Depok, Fathimah melanjutkan pendidikan ke Fakultas Kedokteran UI. Ia kemudian aktif dalam organisasi di FKUI, masuk DPM UI, terlibat dalam Kongres Mahasiswa UI, mencatat prestasi di bidang kedokteran hingga akhirnya dipercaya menjadi Wakil Ketua BEM UI periode 2026.

Kini, setelah pernyataannya mengenai MBG ramai menjadi pembicaraan, nama Fathimah Azzahra semakin dikenal publik di luar lingkungan Universitas Indonesia. (Tfa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *