RIAUTIMES.COM, BANJAR – Kecelakaan lalu lintas terjadi di tengah kabut asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti Jalan Gubernur Syarkawi, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Rabu (19/8/2026) pagi.
Sebuah truk dealer yang membawa puluhan sepeda motor baru terbalik. Sementara satu truk lainnya mengalami kerusakan pada bagian depan.
Satuan Lalu Lintas Polres Banjar menangani kecelakaan tersebut. Kasat Lantas Polres Banjar Iptu Agung Iswahyudi mengatakan, terdapat dua kendaraan yang mengalami insiden.
“Ada dua truk yang mengalami insiden, kendaraan yang mengangkut motor terbalik sedangkan truk satunya ringsek di bagian depan,” kata Agung di Martapura, Rabu.
Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Namun, kedua sopir truk mengalami luka-luka.
Salah satu korban adalah Aliansyah, pengemudi truk fuso dengan nomor polisi DA 8790 CO. Truk tersebut membawa unit sepeda motor baru milik dealer Honda.
Sementara pengemudi truk PS bernomor polisi KH 8294 SD diketahui bernama Muhammad Rahul.
Kedua pengemudi telah dibawa ke Rumah Sakit Sultan Agung Banjarbaru untuk mendapatkan penanganan medis.
Polisi belum dapat memastikan kondisi seluruh sepeda motor baru yang diangkut truk setelah kendaraan tersebut terbalik.
Penyebab pasti kecelakaan juga masih dalam proses penyelidikan.
Agung mengatakan, petugas masih melakukan pendalaman terhadap penyebab kecelakaan serta kondisi di lapangan saat peristiwa terjadi.
Meski demikian, polisi tidak menampik bahwa kabut asap yang cukup tebal ketika kecelakaan terjadi mengganggu jarak pandang pengguna jalan.
Karena itu, kabut asap belum dapat disebut sebagai penyebab pasti kecelakaan. Polisi masih mendalami faktor yang menyebabkan kedua kendaraan mengalami insiden.
Setelah proses penanganan dilakukan, arus lalu lintas di Jalan Gubernur Syarkawi kembali berjalan lancar.
“Kondisi lalu lintas sudah lancar, truk dievakuasi ke tepi jalan,” jelas Agung.
Peristiwa tersebut terjadi ketika sejumlah wilayah Kalimantan Selatan menghadapi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Kondisi asap yang tebal membuat jarak pandang pengguna jalan terganggu sehingga pengendara perlu meningkatkan kewaspadaan saat melintas. (***)
Sumber: ANTARA New





















