Nasional

Pemberangkatan Haji Riau Gelombang Pertama Tuntas, 18 Jemaah Tertunda dan 1 Wafat

23
×

Pemberangkatan Haji Riau Gelombang Pertama Tuntas, 18 Jemaah Tertunda dan 1 Wafat

Sebarkan artikel ini
Jamaah haji di Makkah
Kondisi jamaah haji dari berbagai negara saat berada di Tanah Suci.

BATAM — Di balik tuntasnya pemberangkatan jemaah haji Riau gelombang pertama, terdapat belasan jemaah yang harus menunda keberangkatan karena berbagai kondisi, terutama masalah kesehatan.

Data hingga 5 Mei 2026 mencatat, sedikitnya 10 jemaah masih menjalani perawatan di Batam, didampingi 8 orang pendamping. Selain itu, 5 jemaah terpaksa kembali ke daerah (3 karena sakit dan 2 pendamping), 2 orang sakit di daerah, 1 orang hamil saat masuk embarkasi, serta 1 jemaah dilaporkan wafat.

Kondisi ini menjadi catatan penting di tengah proses pemberangkatan yang secara umum berjalan lancar.

Meski begitu, pemberangkatan jemaah haji Riau gelombang pertama tetap dinyatakan rampung setelah kloter terakhir, BTH 12, diberangkatkan dari Bandara Hang Nadim Batam menuju Madinah, Selasa (5/5/2026).

Kloter penutup ini membawa 434 jemaah dan petugas, yang diterbangkan menggunakan pesawat Saudi Airlines nomor penerbangan SV 5325 pada pukul 07.50 WIB.

Mereka dijadwalkan tiba di Bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz (AMMA) Madinah pada siang hari waktu Arab Saudi.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon, menyampaikan bahwa seluruh kloter gelombang pertama kini telah diberangkatkan.

“Hari ini genap 10 kloter jemaah haji asal Riau yang tergabung dalam gelombang pertama telah diberangkatkan ke Arab Saudi,” ujarnya.

Secara total, sebanyak 4.422 jemaah dan petugas telah diberangkatkan. Rinciannya meliputi 4.357 jemaah haji, 20 Petugas Haji Daerah (PHD), 5 pembimbing KBIHU, dan 40 petugas kloter.

Pada kloter terakhir ini, terdapat satu jemaah asal Rokan Hulu yang batal berangkat, serta tiga jemaah dari Siak dan Rokan Hulu yang masih menjalani perawatan di Batam.

Sementara itu, dilakukan pula mutasi jemaah dari kloter sebelumnya untuk mengisi kekosongan.

Di akhir keterangannya, Defizon mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga Kartu Nusuk selama berada di Tanah Suci. Kartu ini menjadi identitas wajib sekaligus akses utama untuk memasuki Makkah, Madinah, Masjidil Haram, hingga lokasi ibadah lainnya.

“Kartu Nusuk memuat data penting jemaah, termasuk identitas dan informasi kesehatan. Tanpa kartu ini, jemaah tidak dapat mengakses berbagai fasilitas, termasuk di kawasan Armuzna,” jelasnya.

Dengan berakhirnya gelombang pertama ini, perhatian kini beralih pada kesiapan jemaah menjalani rangkaian ibadah haji di Arab Saudi, sembari menunggu keberangkatan gelombang berikutnya. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *