PEKANBARU – PT Hutama Karya (Persero) terus memperkuat upaya meningkatkan keselamatan berkendara di jalan tol melalui pelaksanaan Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik yang digelar secara berkala di seluruh ruas tol yang dikelolanya, termasuk di Provinsi Riau.
Program ini difokuskan untuk mencegah kecelakaan lalu lintas akibat pengemudi mengantuk atau kelelahan, terutama pada jam-jam rawan malam hingga dini hari.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan Operasi Microsleep merupakan langkah preventif untuk memastikan kondisi pengemudi tetap prima sebelum melanjutkan perjalanan.
Dalam pelaksanaannya, petugas melakukan pemeriksaan sederhana kepada pengemudi guna mendeteksi tanda-tanda kelelahan atau microsleep. Pengendara yang terindikasi mengantuk akan diarahkan untuk beristirahat di rest area terdekat sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
“Melalui pelaksanaan Operasi Microsleep dan Operasi Simpatik di ruas-ruas tol yang dikelola Hutama Karya, kami ingin meningkatkan kesadaran pengguna jalan bahwa keselamatan berkendara tidak hanya ditentukan oleh kondisi kendaraan, tetapi juga kondisi fisik pengemudi. Mengantuk, lelah, dan memaksakan perjalanan merupakan risiko yang harus dihindari. Karena itu, kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk memanfaatkan rest area sebagai tempat beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan,” ujar Hamdani, Selasa (7/7/2026).
Selain pemeriksaan kondisi pengemudi, Hutama Karya juga menggelar Operasi Simpatik dengan pendekatan edukatif. Petugas memberikan imbauan keselamatan secara langsung, membagikan materi edukasi, snack, dan kopi, sekaligus mengingatkan pengguna jalan agar selalu mematuhi aturan berlalu lintas di jalan tol.
Kegiatan tersebut juga disertai pemasangan stiker reflektif pada kendaraan angkutan guna meningkatkan visibilitas saat berkendara pada malam hari. Materi edukasi yang diberikan mencakup tata tertib berkendara di jalan tol, bahaya microsleep, peta Jalan Tol Trans Sumatera hingga informasi layanan call center Hutama Karya.
Di Riau, operasi keselamatan tersebut telah dilaksanakan pada 12 dan 19 Juni 2026 di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai, tepatnya di Rest Area KM 45 A dan Rest Area KM 46 B. Kegiatan serupa juga digelar di Jalan Tol Pekanbaru-XIII Koto Kampar di akses Gerbang Tol XIII Koto Kampar pada tanggal yang sama.
Menurut Hamdani, operasi keselamatan dilakukan rutin setiap bulan dengan mempertimbangkan hasil analisis jam rawan kecelakaan, karakteristik lalu lintas, tingkat kepadatan, serta pola perjalanan pengguna jalan sehingga pelaksanaannya lebih tepat sasaran.
Di luar operasi berkala tersebut, petugas patroli juga melakukan pengawasan setiap hari di seluruh ruas tol. Apabila menemukan pengemudi yang diduga mengantuk atau kelelahan, kendaraan akan diarahkan untuk berhenti dan pengemudi diberikan waktu beristirahat serta kopi guna mencegah risiko microsleep.
Hutama Karya berharap langkah preventif ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara serta menekan angka kecelakaan akibat kelelahan, berkurangnya konsentrasi, maupun rendahnya kepatuhan terhadap aturan lalu lintas.
“Kami mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memastikan kondisi kendaraan laik jalan, menjaga kondisi fisik tetap prima, serta tidak ragu beristirahat apabila mulai merasa lelah atau mengantuk. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, karena tujuan terbaik dari setiap perjalanan adalah sampai dengan selamat,” tutup Hamdani.
Hutama Karya juga mengingatkan pengguna jalan untuk memanfaatkan aplikasi Mozy yang menyediakan informasi jalan tol, lokasi rest area terdekat, hingga fitur Reminder Notification yang mengingatkan pengemudi untuk beristirahat secara berkala. Jika membutuhkan bantuan selama perjalanan, pengguna jalan dapat menghubungi call center terintegrasi Jalan Tol Hutama Karya di 150-700 atau melalui WhatsApp 08112-77000.





















