Pendidikan

HK Mengajar Hadir di Padang, Hutama Karya Perkuat Sinergi Pendidikan dan Inovasi Bersama Universitas Andalas

8
×

HK Mengajar Hadir di Padang, Hutama Karya Perkuat Sinergi Pendidikan dan Inovasi Bersama Universitas Andalas

Sebarkan artikel ini

Program HK Mengajar 2026 hadir di Padang. Hutama Karya memperkuat kerja sama dengan Universitas Andalas melalui beasiswa, pengembangan SDM, riset, dan inovasi di sektor infrastruktur.

PADANG – PT Hutama Karya (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia unggul melalui program HK Mengajar 2026. Kali ini, kegiatan bertajuk “Inspiring Leaders” tersebut digelar di Convention Hall Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-65 perusahaan.

Kegiatan yang berlangsung pada 5 Juni 2026 itu menghadirkan Komisaris Utama Hutama Karya sekaligus Ketua Ikatan Alumni Universitas Andalas, Denny Abdi, bersama tim relawan HK Mengajar. Sebanyak 650 peserta yang terdiri dari mahasiswa, pelajar, civitas akademika, dan masyarakat umum turut mengikuti kegiatan tersebut.

Program HK Mengajar merupakan bagian dari inisiatif HK Peduli Pendidikan yang bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus memperkenalkan dunia konstruksi dan infrastruktur kepada generasi muda.

Mengusung tema “Inspiring Leaders”, kegiatan ini menjadi wadah berbagi inspirasi, motivasi, serta wawasan mengenai tantangan dunia kerja dan perkembangan industri masa depan. Sebelumnya, program serupa telah dilaksanakan di Riau, Jambi, dan Sumatera Utara.

Dalam kesempatan tersebut, Hutama Karya juga menyerahkan sejumlah bantuan untuk mendukung sektor pendidikan dan kemanusiaan. Bantuan tersebut meliputi dukungan dana sarana dan prasarana perkuliahan, beasiswa bagi mahasiswa terpilih, serta bantuan Hunian Sementara Sehat dan Layak (Hunsela) melalui Ikatan Alumni Universitas Andalas bagi masyarakat terdampak bencana alam di Sumatera Barat.

Menurut Denny, pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata, tetapi juga memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Dalam sesi inspirasi bertajuk “Membangun Sumatra Barat, Menguatkan Nusantara”, Denny menjelaskan bahwa infrastruktur berperan membuka akses, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas peluang ekonomi bagi masyarakat.

“Hutama Karya menjalankan amanat pemerintah dalam membangun konektivitas nasional, termasuk melalui pengembangan Jalan Tol Trans Sumatera. Kemajuan Sumatera Barat membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, alumni, dan masyarakat. Karena itu generasi muda perlu menyiapkan kompetensi, karakter, kepemimpinan, serta kemampuan beradaptasi agar mampu mengambil peran dalam pembangunan ke depan,” ujarnya.

Selain sesi motivasi, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai dunia konstruksi modern dan keselamatan berkendara di jalan tol. Tim relawan HK Mengajar memperkenalkan berbagai teknologi yang digunakan dalam pembangunan infrastruktur, mulai dari Building Information Modeling (BIM), drone, Light Detection and Ranging (LiDAR), hingga sistem pemantauan digital operasional jalan tol.

Peserta juga diajak memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas, mulai dari kepatuhan terhadap rambu-rambu, menjaga batas kecepatan, hingga pentingnya beristirahat saat berkendara dalam kondisi lelah.

Perkuat Kerja Sama dengan Universitas Andalas

Pada agenda yang sama, Hutama Karya dan Universitas Andalas juga menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, pengembangan sumber daya manusia, inovasi, dan bisnis.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Human Capital & Legal Hutama Karya, Muhammad Fauzan, bersama Rektor Universitas Andalas, Efa Yonnedi.

Kerja sama tersebut mencakup berbagai program strategis seperti magang dan kerja praktik mahasiswa, praktisi mengajar, pendidikan lanjutan bagi karyawan, hingga pengembangan talenta yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Di bidang riset dan inovasi, kedua pihak akan mendorong pengembangan penelitian terapan di sektor konstruksi dan infrastruktur, termasuk digitalisasi konstruksi, inovasi material, pengembangan teknologi, serta kajian yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Muhammad Fauzan menilai kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri menjadi faktor penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompetitif.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap semakin banyak peluang bagi mahasiswa dan akademisi untuk mengenal dunia industri secara lebih dekat, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang menghasilkan inovasi dan solusi yang bermanfaat bagi masyarakat. Sinergi antara dunia pendidikan dan dunia usaha merupakan salah satu kunci mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” kata Fauzan.

Ke depan, Hutama Karya berkomitmen terus memperluas kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia guna mendukung pengembangan SDM, peningkatan inovasi, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat dan pembangunan nasional. (rls/fal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *