Ekonomi

PHR Temukan Potensi Produksi 2.035 BOPD dari Sumur Menggala South-21 di Blok Rokan

12
×

PHR Temukan Potensi Produksi 2.035 BOPD dari Sumur Menggala South-21 di Blok Rokan

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kembali mencatatkan capaian positif di Wilayah Kerja (WK) Rokan. Sumur infill Menggala South-21 berhasil menghasilkan potensi produksi awal sebesar 2.035 barel minyak per hari (BOPD) dengan water cut 0 persen, yang menunjukkan kualitas minyak yang dihasilkan sangat baik.

Capaian ini menjadi kabar positif bagi upaya menjaga produksi minyak nasional. Selain memberikan tambahan potensi produksi, proyek pengeboran tersebut juga selesai lebih cepat dari target dengan efisiensi biaya yang signifikan.

General Manager PHR Zona Rokan, Andre Wijanarko, mengatakan keberhasilan Sumur Menggala South-21 membuktikan bahwa lapangan-lapangan minyak yang telah lama berproduksi di Blok Rokan masih menyimpan potensi besar untuk terus dikembangkan.

“Keberhasilan Sumur Menggala South-21 menunjukkan bahwa pengembangan lapangan eksisting di Blok Rokan masih memiliki potensi yang sangat baik. Ini merupakan hasil kerja keras seluruh tim yang mampu menjalankan pengeboran secara selamat, efisien, dan berkualitas sehingga memberikan tambahan produksi yang signifikan bagi perusahaan dan negara,” ujarnya.

Sumur Menggala South-21 merupakan sumur infill berarah tipe J yang menyasar reservoir Formasi Menggala pada kedalaman sekitar 4.146 kaki.

Selama proses pengeboran, tim menghadapi berbagai tantangan teknis, mulai dari kondisi lubang bor yang panjang, potensi longsoran batuan (sloughing shale), kehilangan sirkulasi fluida pengeboran (loss circulation), melintasi patahan geologi (fault crossing), hingga risiko pipa bor terjepit (differential sticking).

Meski demikian, seluruh tantangan tersebut berhasil diatasi melalui perencanaan yang matang, penerapan teknologi pengeboran yang tepat, serta kolaborasi lintas fungsi.

Pengeboran dimulai pada Juni 2026 dan selesai pada 19 Juli 2026. Proyek ini mencatat penyelesaian 9 persen lebih cepat dibandingkan jadwal yang direncanakan, sekaligus menghasilkan efisiensi biaya hingga 44 persen.

Tak hanya itu, seluruh pekerjaan juga berlangsung tanpa insiden keselamatan kerja dengan menggunakan Rig GW-337 berkapasitas 550 HP Electric Rig.

Keberhasilan ini semakin memperkuat optimisme PHR terhadap pengembangan lapangan Menggala dan wilayah sekitarnya. Perusahaan akan terus melakukan evaluasi bawah permukaan (subsurface) dan optimasi pengembangan lapangan untuk mendukung peningkatan produksi minyak nasional.

Sebagai pengelola Wilayah Kerja Rokan sejak Agustus 2021, PHR saat ini mengoperasikan sekitar 80 lapangan aktif, lebih dari 11.300 sumur, dan 35 gathering station di tujuh kabupaten/kota di Provinsi Riau. Produksi dari WK Rokan berkontribusi sekitar seperempat produksi minyak mentah nasional, menjadikannya salah satu tulang punggung ketahanan energi Indonesia. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *