Regional

Demo Pengungsi Rohingya Kembali Pecah di Pekanbaru, Tuntut Bantuan Hidup hingga Pendidikan Anak

11
×

Demo Pengungsi Rohingya Kembali Pecah di Pekanbaru, Tuntut Bantuan Hidup hingga Pendidikan Anak

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU – Ratusan pengungsi Rohingya kembali menggelar aksi demonstrasi di Pekanbaru, Senin (25/5/2026). Kali ini, massa mendatangi kantor International Organization for Migration (IOM) di kawasan Graha Pena, Jalan HR Soebrantas.

Dalam aksi tersebut, para pengungsi membentangkan spanduk besar bertuliskan “Kami Pengungsi, Kami Juga Manusia”. Pesan itu menjadi simbol tuntutan mereka atas bantuan hidup, layanan kesehatan, pendidikan anak, hingga tempat tinggal yang layak selama berada di Indonesia.

Suasana aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Sejumlah perempuan dan anak-anak juga tampak ikut bertahan di lokasi demonstrasi.

Tuntut Perhatian IOM dan UNHCR

Selain membawa poster berisi pesan kemanusiaan, para pengungsi juga meminta perhatian dari International Organization for Migration (IOM) dan United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).

Mereka mengaku akan terus bertahan hingga ada tanggapan langsung dari kedua lembaga tersebut terkait kondisi hidup para pengungsi di Pekanbaru.

Aksi di Jalan Soebrantas ini merupakan lanjutan dari demonstrasi sebelumnya yang digelar di Jalan Datuk Wan Abdul Jamil, dekat kawasan MTQ Pekanbaru.

Dalam aksi sebelumnya, para pengungsi memprotes kebijakan pembatasan bantuan yang disebut hanya diberikan kepada kelompok tertentu, seperti ibu hamil, balita, dan lansia. Sementara pengungsi usia produktif mengaku tidak lagi menerima bantuan biaya hidup.

Mereka juga menyoroti kebutuhan dasar lain seperti akses pendidikan dan layanan kesehatan yang dinilai belum terpenuhi secara layak.

Spanduk Kemanusiaan Jadi Sorotan

Spanduk bertuliskan pesan kemanusiaan yang dibawa para pengungsi menjadi perhatian dalam aksi tersebut. Mereka meminta dukungan, keselamatan, serta kehidupan yang lebih layak selama tinggal di Indonesia sebagai pengungsi.

Hingga aksi berlangsung, para pengungsi menyatakan tetap bertahan sambil menunggu respons dari pihak IOM dan UNHCR. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *