Infografik

14.382 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla Riau dan Kepri, Pemerintah Siagakan 64 Pesawat

34
×

14.382 Personel Dikerahkan Tangani Karhutla Riau dan Kepri, Pemerintah Siagakan 64 Pesawat

Sebarkan artikel ini

RIAUTIMES.COM, JAKARTA – Pemerintah mengerahkan 14.382 personel gabungan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Ribuan petugas tersebut menjadi bagian dari operasi penanganan karhutla nasional yang melibatkan 54.394 personel dan 64 pesawat.

Pengerahan kekuatan dari darat dan udara ini dilakukan sejak Agustus 2026. Tujuannya untuk mempercepat pemadaman api, mencegah kebakaran meluas, serta mengurangi dampak kabut asap terhadap masyarakat.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, pemerintah terus mengerahkan berbagai sumber daya untuk menangani karhutla di sejumlah wilayah Indonesia.

“Dari udara hingga darat, seluruh kekuatan terus bergerak. Semua dilakukan untuk memadamkan api, mengurangi dampak asap, dan yang terpenting, melindungi masyarakat dari ancaman karhutla,” kata Teddy dalam unggahan resminya, Minggu (20/9/2026).

Menurut Teddy, penanganan karhutla dilakukan melalui operasi terpadu. Petugas darat menjangkau lokasi kebakaran, sementara pesawat dikerahkan untuk membantu pemadaman dari udara.

“Sejak Agustus, 64 pesawat telah dikerahkan untuk melakukan water bombing, didukung 54.394 personel gabungan yang terus bergerak di lapangan, menjangkau titik-titik kebakaran dan mencegah api semakin meluas,” ujarnya.

64 Pesawat Dikerahkan untuk Pemadaman Karhutla

Dari total 64 pesawat yang dikerahkan secara nasional, sebanyak 55 pesawat merupakan dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Sementara sembilan pesawat lainnya berasal dari TNI.

Pesawat tersebut digunakan untuk mendukung operasi pemadaman dari udara melalui metode water bombing atau pengeboman air.

Operasi udara dilakukan untuk membantu petugas memadamkan kebakaran, terutama di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Selain menggunakan pesawat, pemerintah mengerahkan puluhan ribu personel gabungan. Mereka berasal dari TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, BNPB, BPBD, Manggala Agni, relawan, serta masyarakat.

Berdasarkan data yang disampaikan Teddy, Kalimantan Barat menjadi wilayah dengan jumlah personel terbanyak. Sebanyak 14.759 petugas dikerahkan untuk menangani karhutla di provinsi tersebut.

Riau dan Kepulauan Riau menyusul dengan 14.382 personel gabungan. Sementara Sumatera Selatan mendapat dukungan 11.026 personel.

Lahan Gambut Jadi Tantangan Pemadaman

Teddy menjelaskan, luasnya wilayah yang terbakar menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla di Indonesia.

Kondisi lahan gambut juga membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan berkelanjutan. Api yang merambat di bawah permukaan tanah tidak selalu mudah dijangkau petugas.

Karena itu, operasi pemadaman terus dilakukan melalui jalur darat dan udara untuk mengendalikan kebakaran.

“Luasnya wilayah serta kondisi lahan gambut yang sulit menjadi tantangan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia. Namun, upaya pemadaman terus dilakukan tanpa henti, baik melalui operasi darat maupun udara,” jelas Teddy.

Pemerintah terus melanjutkan operasi penanganan karhutla di berbagai daerah. Selain memadamkan api, petugas juga berupaya mencegah kebakaran meluas ke wilayah lain.

Upaya tersebut diharapkan dapat mengurangi dampak kabut asap yang mengganggu aktivitas dan kesehatan masyarakat, termasuk di Provinsi Riau. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *