Infografik

Gagal Masuk Timnas Sepak Takraw, Sumaya Asal Bengkalis Justru Raih Medali Perak Asian Games 2026

34
×

Gagal Masuk Timnas Sepak Takraw, Sumaya Asal Bengkalis Justru Raih Medali Perak Asian Games 2026

Sebarkan artikel ini

RIAUTIMES.COM, PEKANBARU – Siapa sangka, kegagalan mengikuti seleksi tim nasional sepak takraw justru mengantarkan Sumaya ke podium Asian Games 2026 di Jepang. Atlet asal Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau, itu berhasil mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor tunggal putri.

Perjalanan Sumaya menuju prestasi tersebut tidak mudah. Ia harus meninggalkan olahraga yang telah ditekuninya sejak kecil dan mencoba cabang baru yang sebelumnya masih asing baginya.

Namun, keputusan beralih dari sepak takraw ke teqball ternyata membuka jalan bagi Sumaya untuk tampil di panggung olahraga internasional.

Puncaknya, Sumaya berhasil melaju hingga partai final Asian Games 2026 di Nagoya, Jepang, Minggu (20/9/2026). Meski belum berhasil meraih emas, medali perak yang dibawanya pulang menjadi kebanggaan bagi Indonesia, khususnya masyarakat Riau.

Berawal dari Kegagalan Seleksi Sepak Takraw

Sumaya lahir dan tumbuh di tengah keluarga atlet. Ayahnya, Safrudin, merupakan pelatih sepak takraw. Sementara ibunya, Khairani, adalah mantan atlet sepak takraw yang pernah memperkuat tim nasional Indonesia.

Sejak kecil, Sumaya sudah akrab dengan olahraga tersebut. Ia mendapat bimbingan langsung dari kedua orangtuanya, mulai dari teknik bermain hingga disiplin dalam menjalani latihan.

Sumaya pun bercita-cita mengikuti jejak kedua orangtuanya. Ia ingin menjadi atlet sepak takraw yang mampu berprestasi dan membela Indonesia di berbagai kejuaraan internasional.

Kesempatan untuk mewujudkan impian itu datang pada 2024. Saat itu, Sumaya mengikuti seleksi sepak takraw di Sumatera Utara. Sayangnya, ia belum berhasil lolos.

Kegagalan tersebut membuat Sumaya harus mencari jalan lain untuk mewujudkan cita-citanya sebagai atlet nasional.

Di tengah situasi itu, muncul kesempatan untuk mencoba teqball, olahraga yang menggabungkan teknik sepak bola dan sepak takraw dengan menggunakan meja khusus.

Meski belum begitu mengenal olahraga tersebut, Sumaya memutuskan untuk mencoba.

Ia kemudian mengikuti pelatihan di Riau. Kemampuannya terus berkembang melalui berbagai latihan, pertandingan, dan kegiatan ekshibisi.

Perlahan, Sumaya mulai menunjukkan kemampuannya hingga namanya diperhitungkan di tingkat nasional.

“Tuhan sepertinya memberikan jalan yang lain,” ungkap Sumaya, Senin (21/9/2026).

Lima Kali Menang, Sumaya Melaju ke Final Asian Games 2026

Keputusan beralih ke teqball akhirnya membuahkan hasil. Sumaya terpilih memperkuat Indonesia pada Asian Games 2026 di Jepang.

Sebelum berangkat, ia menjalani persiapan selama sekitar satu setengah bulan di Surabaya. Latihan kemudian dilanjutkan selama sepekan di kawasan Blok S, Jakarta.

Kerja keras tersebut membuahkan hasil ketika Sumaya mulai bertanding di Nagoya City Higashi Sports Center, Jepang.

Pada pertandingan pertama, Sumaya mengalahkan wakil Lebanon dengan skor 2-0. Ia kemudian kembali meraih kemenangan 2-0 saat menghadapi Myanmar.

Pertandingan ketiga melawan Kirgistan berlangsung lebih ketat. Sumaya harus bermain hingga tiga gim sebelum memastikan kemenangan 2-1.

Langkahnya berlanjut setelah mengalahkan Kamboja dengan skor 2-0.

Di babak semifinal, Sumaya kembali menunjukkan kemampuannya. Menghadapi atlet India, ia berhasil menang 2-1 sekaligus memastikan tempat di partai final.

Namun, pada pertandingan perebutan medali emas, Sumaya kembali berhadapan dengan wakil Myanmar yang sebelumnya berhasil dikalahkannya.

Kali ini, pertandingan berlangsung lebih sengit. Sumaya harus mengakui keunggulan lawannya setelah kalah 1-2.

Hasil tersebut membuat Sumaya mengakhiri perjuangannya dengan medali perak untuk Indonesia.

Dari enam pertandingan yang dijalani, Sumaya berhasil mencatatkan lima kemenangan dan hanya sekali kalah, yakni pada partai final.

Tak Mau Terbebani, Sumaya Pilih Bermain Santai

Di balik penampilannya yang konsisten, Sumaya ternyata memiliki cara sederhana untuk menjaga mental saat bertanding.

Ia mengaku berusaha tidak terlalu memikirkan tekanan maupun hasil akhir pertandingan. Baginya, tampil percaya diri dan menikmati permainan menjadi hal penting saat menghadapi lawan.

“Percaya diri saja, tidak ada mikir-mikir yang berat. Enjoy saja,” kata Sumaya.

Perjuangannya pada partai final juga mendapat perhatian langsung dari Erick Thohir yang hadir menyaksikan pertandingan Indonesia melawan Myanmar.

Seusai pertandingan, Erick menyampaikan ucapan terima kasih kepada Sumaya atas perjuangannya membela Indonesia dan keberhasilannya mempersembahkan medali perak.

Apresiasi tersebut menjadi tambahan motivasi bagi Sumaya untuk terus meningkatkan kemampuannya.

Sementara itu, kedua orangtuanya yang berada di Rupat, Kabupaten Bengkalis, juga terus memberikan dukungan. Mereka berharap Sumaya tidak berhenti berjuang dan terus mengembangkan kemampuannya di cabang olahraga teqball.

Dari Pulau Rupat, Sumaya Buktikan Bisa Bersaing di Kancah Internasional

Keberhasilan Sumaya meraih medali perak Asian Games 2026 menjadi cerita tersendiri bagi masyarakat Riau.

Dari Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis, Sumaya mampu bersaing dengan atlet dari berbagai negara hingga berdiri di podium Asian Games.

Perjalanan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kegagalan pada satu kesempatan tidak selalu mengakhiri sebuah cita-cita.

Sumaya yang awalnya ingin mengikuti jejak kedua orangtuanya di cabang sepak takraw justru menemukan kesempatan baru melalui olahraga teqball.

Kini, setelah berhasil mempersembahkan medali perak bagi Indonesia, Sumaya masih berada di Jepang sambil mempersiapkan kepulangannya ke Tanah Air.

Dari pengalaman yang telah dilaluinya, Sumaya memiliki pesan untuk anak-anak muda yang sedang berusaha mewujudkan impian mereka.

“Jangan takut mencoba hal baru. Terus berjuang dengan sungguh-sungguh, fokus pada satu tujuan dan berikan yang terbaik,” pesannya.

Bagi Sumaya, kegagalan dalam seleksi sepak takraw pada 2024 ternyata bukan akhir dari perjalanan kariernya. Justru dari kegagalan itulah ia menemukan jalan baru yang membawanya meraih medali perak Asian Games 2026. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *