Pendidikan

Predatech FST Sukses Gelar Seminar SDGs dan GEDSI, Ratusan Dosen dan Mahasiswa UIN Suska Riau Antusias

54
×

Predatech FST Sukses Gelar Seminar SDGs dan GEDSI, Ratusan Dosen dan Mahasiswa UIN Suska Riau Antusias

Sebarkan artikel ini
Predatech Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau menggelar seminar nasional bertema SDGs dan GEDSI di Aula Rektorat Lantai 5 UIN Suska Riau, Selasa (12/5/2026).
Predatech Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau menggelar seminar nasional bertema SDGs dan GEDSI di Aula Rektorat Lantai 5 UIN Suska Riau, Selasa (12/5/2026).

PEKANBARU – Puzzle Research Data Technology (Predatech) Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sultan Syarif Kasim Riau kembali menunjukkan kiprahnya di dunia akademik. Melalui seminar nasional bertajuk “Optimalisasi Peran Sivitas Akademika dalam Tridarma Perguruan Tinggi Berbasis Sains dan Teknologi untuk Mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) dan Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI)”, Predatech sukses menghadirkan kegiatan ilmiah berskala besar yang mendapat antusias tinggi dari peserta.

Seminar yang digelar di Aula Rektorat Lantai 5 UIN Suska Riau, Selasa (12/5/2026), diikuti lebih dari 350 peserta yang terdiri dari dosen dan mahasiswa lintas program studi. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk memperkuat pemahaman sivitas akademika tentang penerapan SDGs dan GEDSI dalam dunia pendidikan tinggi.

Melalui program PRECISION (Predatech Creation and Inspiration of Technology), seminar berlangsung meriah dengan suasana akademik yang aktif, inspiratif, dan penuh diskusi ilmiah.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Suska Riau, Dr. Yuslenita Muda, S.Si., M.Sc., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi kepada Predatech yang dinilai konsisten menghadirkan program akademik inovatif dan berdampak luas bagi lingkungan kampus.

Menurutnya, Predatech telah berkembang menjadi salah satu motor penggerak kemajuan akademik di Fakultas Sains dan Teknologi melalui berbagai kegiatan riset, seminar, hingga pengembangan inovasi berbasis teknologi.

“Program-program seperti ini perlu terus dijaga dan dikembangkan karena mampu memperkuat budaya akademik yang progresif dan relevan dengan perkembangan global,” ujarnya.

Ketua Predatech, Mustakim, S.T., M.Kom., dalam kesempatan itu memaparkan berbagai capaian yang berhasil diraih Predatech selama satu dekade terakhir. Ia menyebutkan, Predatech telah menghasilkan lebih dari 70 artikel ilmiah terindeks Scopus dan aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mendukung tridarma perguruan tinggi.

Mustakim menjelaskan, seminar ini bertujuan memperluas wawasan dosen dan mahasiswa mengenai pentingnya integrasi SDGs dan GEDSI dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“SDGs dan GEDSI sebenarnya sudah menjadi bagian penting di lingkungan UIN Suska Riau. Namun, pemahaman yang lebih mendalam masih perlu terus diperkuat agar implementasinya semakin nyata,” jelasnya.

Seminar menghadirkan dua narasumber utama yang membahas isu keberlanjutan dan inklusi sosial dari berbagai sudut pandang.

Narasumber pertama, Muhammad Fauzan Ansyari, M.Sc., Ph.D., selaku Director of Satya Institute for Sustainability, memaparkan pentingnya membangun kesadaran akademik terhadap pendidikan pembangunan berkelanjutan.

Ia menegaskan, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam mencetak generasi yang mampu mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam pendidikan, riset, hingga pengabdian masyarakat.

“Akademisi memiliki peran besar dalam membentuk masa depan yang lebih berkelanjutan melalui inovasi dan penelitian,” paparnya.

Sementara itu, narasumber kedua, Kunaifi, S.T., PgDipEnST., M.Sc., Ph.D., yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan I FST sekaligus Vice Director of Satya Institute for Sustainability, membawakan materi tentang penyusunan proposal riset dan pemberdayaan masyarakat berbasis SDGs dan GEDSI.

Kunaifi mengungkapkan, seminar seperti ini menjadi yang pertama kali dilaksanakan di UIN Suska Riau. Ia pun mengapresiasi langkah Predatech yang dinilai berhasil menghadirkan kegiatan akademik berkualitas tinggi di lingkungan kampus.

Menurutnya, Predatech kini telah berkembang menjadi pusat inspirasi akademik yang tidak hanya fokus pada penguatan riset, tetapi juga mendorong lahirnya budaya akademik yang adaptif terhadap isu-isu global.

“Melalui kegiatan seperti ini, dosen dan mahasiswa bisa memahami bagaimana SDGs dan GEDSI diterapkan secara nyata dalam kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat,” katanya.

Kesuksesan seminar ini semakin menegaskan posisi Predatech FST UIN Suska Riau sebagai salah satu pelopor inovasi akademik berbasis sains dan teknologi. Dengan semangat kolaborasi, keberlanjutan, dan inklusi sosial, kegiatan tersebut diharapkan menjadi awal lahirnya lebih banyak program strategis yang mendukung pembangunan berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.

Predatech kembali membuktikan bahwa inovasi, inspirasi, dan kontribusi nyata dapat berjalan beriringan dalam membangun masa depan akademik yang lebih maju dan inklusif. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *