Regional

RSUD Arifin Achmad Berhasil Lakukan Operasi Bypass Saat Jantung Masih Berdetak

50
×

RSUD Arifin Achmad Berhasil Lakukan Operasi Bypass Saat Jantung Masih Berdetak

Sebarkan artikel ini
Tim dokter dari RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau melakukan operasi bypass jantung modern tanpa menggunakan mesin pengganti jantung dan paru-paru (heart lung machine).
Tim dokter dari RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau melakukan operasi bypass jantung modern tanpa menggunakan mesin pengganti jantung dan paru-paru (heart lung machine).

PEKANBARU – Sebuah langkah besar kembali ditorehkan RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Rumah sakit milik pemerintah daerah ini berhasil melakukan operasi bypass jantung menggunakan teknik off pump, yakni prosedur operasi saat jantung pasien masih terus berdetak.

Pencapaian ini menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat Riau. Sebab, layanan operasi jantung dengan teknologi modern kini sudah bisa dilakukan di daerah sendiri tanpa harus pergi jauh hingga ke luar negeri.

Operasi tersebut dilakukan pada Jumat (8/5/2026) oleh dokter spesialis Bedah Thoraks Kardiovaskular RSUD Arifin Achmad, dr. Hariadi Hatta, Sp.BTKv(K), bersama tim bedah jantung. Proses operasi juga mendapat supervisi langsung dari dokter spesialis dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta, dr. Wirya Ayu Graha, SpBTKV, Subsp.JD(K).

Di ruang operasi, tim dokter bekerja dengan ketelitian tinggi. Tidak seperti operasi bypass pada umumnya yang menghentikan sementara kerja jantung menggunakan mesin pengganti jantung dan paru-paru (heart lung machine), teknik off pump justru dilakukan saat jantung tetap berdetak normal.

“Dengan teknik ini, kami melakukan operasi bypass saat jantung masih berdetak. Darah tetap mengalir seperti biasa,” ujar dr. Hariadi Hatta.

Ia menjelaskan, teknik off pump membutuhkan kemampuan dan ketelitian yang tinggi. Sebab, dokter harus menjahit pembuluh darah di tengah gerakan jantung yang terus berdetak.

Untuk membantu proses tersebut, tim medis menggunakan alat khusus yang berfungsi menstabilkan bagian jantung dan pembuluh darah yang akan dioperasi.

Meski lebih menantang, teknik ini memiliki banyak kelebihan. Berdasarkan berbagai data medis, risiko komplikasi pasca operasi lebih rendah dan masa pemulihan pasien juga lebih cepat.

Selain itu, teknik off pump dinilai mampu menurunkan risiko stroke karena tidak menyentuh pembuluh darah utama aorta selama operasi berlangsung.

“Risiko gagal ginjal juga lebih rendah, begitu pula risiko stroke setelah operasi,” tambah dr. Wirya Ayu Graha.

Ia menyebut, teknik ini merupakan metode operasi bypass yang lebih modern dibandingkan teknik sebelumnya. Bahkan di sejumlah negara maju, metode off pump sudah banyak digunakan pada pasien lanjut usia berumur di atas 70 tahun.

Namun demikian, tidak semua pasien dapat menggunakan teknik tersebut. Pada beberapa kasus tertentu, operasi bypass tetap harus memakai heart lung machine, terutama jika kondisi pembuluh darah terlalu kecil atau terdapat sumbatan berat di beberapa bagian jantung.

“Kalau kasusnya sulit, jantung biasanya dihentikan sementara menggunakan mesin agar proses perbaikan pembuluh darah lebih mudah dilakukan,” jelas dr. Hariadi.

Keberhasilan operasi ini juga menunjukkan kesiapan fasilitas dan sumber daya manusia di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Rumah sakit ini kini mampu melakukan dua metode operasi bypass sekaligus, baik menggunakan teknik off pump maupun heart lung machine, sesuai kebutuhan pasien.

Di balik keberhasilan tersebut, suasana kerja di ruang operasi juga menjadi perhatian tersendiri. dr. Wirya mengaku merasakan kekompakan dan suasana kekeluargaan yang kuat di antara tenaga medis RSUD Arifin Achmad.

Menurutnya, hal itu menjadi energi positif yang membantu tim bekerja lebih nyaman dan maksimal demi memberikan hasil terbaik bagi pasien.

“Sarana dan prasarananya juga sudah sangat lengkap. Jadi masyarakat tidak perlu jauh-jauh mencari layanan operasi jantung. Di RSUD Arifin Achmad, pelayanan jantung yang baik dan lengkap sudah tersedia,” ujarnya.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa layanan kesehatan di Riau terus berkembang. Harapan untuk mendapatkan penanganan jantung modern kini semakin dekat dan mudah dijangkau masyarakat.

Sebuah kabar yang membawa harapan baru: tak perlu jauh untuk sembuh. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *