Regional

Dua Hari Berjuang di Rumah Sakit, Nelayan Rohil Korban Serangan Buaya Meninggal Dunia

11
×

Dua Hari Berjuang di Rumah Sakit, Nelayan Rohil Korban Serangan Buaya Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini
Buaya. (int)

RIAUTIMES COM, BAGANSIAPIAPI – Abdul Aziz (43), nelayan asal Dusun Harapan Jadi, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), meninggal dunia setelah dua hari menjalani perawatan intensif akibat serangan buaya liar di Sungai Manosib.

Korban mengembuskan napas terakhir pada Rabu (8/7/2026) di Rumah Sakit Awal Bros Bagan Batu setelah mengalami luka serius dan patah tulang akibat serangan reptil tersebut.

Peristiwa nahas itu terjadi pada Senin (6/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB. Saat itu, Abdul Aziz sedang memasang bubu jaring ikan di Sungai Manosib yang memiliki kedalaman sekitar setinggi pinggang orang dewasa.

Tanpa diduga, seekor buaya tiba-tiba muncul dan langsung menerkam korban. Hewan tersebut menyeret Abdul Aziz ke bagian sungai yang lebih dalam.

Meski dalam kondisi kritis, korban berusaha melawan untuk melepaskan diri dari gigitan buaya. Teriakan minta tolong yang didengar warga membuat sejumlah masyarakat bergegas menuju lokasi.

Dengan peralatan seadanya, warga bergotong royong menghalau buaya hingga akhirnya predator tersebut melepaskan korban dan kembali ke tengah sungai.

Korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit karena mengalami luka robek parah di bagian punggung serta patah tulang. Namun setelah menjalani perawatan intensif selama dua hari, nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh adik kandung korban, Fendi, pada Jumat (10/7/2026).

“Mohon dimaafkan segala kesalahan almarhum semasa hidup. Abang saya, Abdul Aziz, telah meninggal dunia setelah sempat dievakuasi dan dilarikan untuk mendapatkan penanganan medis secara intensif di RS Awal Bros Bagan Batu,” kata Fendi.

Menanggapi kejadian itu, Polres Rokan Hilir mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan yang beraktivitas di Sungai Rokan dan anak-anak sungainya, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kemunculan buaya.

“Kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh nelayan tradisional yang kerap beraktivitas menangkap ikan di sepanjang perairan Sungai Rokan dan anak sungainya agar meningkatkan kewaspadaan. Perhatikan kondisi sekitar sebelum turun ke air, sebab aliran sungai kita ini memang memiliki populasi buaya yang cukup padat,” ujar Kasi Humas Polres Rohil, Ipda Didi Sofyan.

Polisi bersama aparat kecamatan juga akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebagai langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *