Nasional

67 Hari Lawan Karhutla, Relawan Langsung Sujud Syukur Saat Hujan Turun : Ini Jawaban Doa

30
×

67 Hari Lawan Karhutla, Relawan Langsung Sujud Syukur Saat Hujan Turun : Ini Jawaban Doa

Sebarkan artikel ini
Relawan Karhutla kegirangan saat hujan turun tengah malam di lokasi lahan terbakar. (Ist)

RIAUTIMES.COM – MOMEN haru datang dari lokasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Setelah puluhan hari bergelut dengan panas, asap dan kobaran api, hujan akhirnya turun membasahi kawasan tempat para relawan bertugas.

Momen tersebut dibagikan Asrul Putra Nanda melalui akun media sosialnya. Dalam unggahannya, ia menyebut para relawan telah menjalani perjuangan selama 67 hari menghadapi karhutla.

Bagi para relawan, hujan yang turun kali ini bukan sekadar perubahan cuaca. Air yang jatuh dari langit menjadi harapan baru setelah berhari-hari mereka bekerja di tengah kondisi lahan yang kering dan udara penuh asap.

Dalam video yang dibagikan, sejumlah relawan tampak menyambut hujan dengan penuh rasa syukur. Mereka bahkan disebut langsung bersujud ketika air hujan mulai mengguyur lokasi tempat mereka bertugas.

“Allah menurunkan hujan tepat di wajah para relawan. Tak banyak kata. Kami hanya bisa bersujud dan bersyukur,” tulis Asrul dalam unggahannya.

Selama 67 hari perjuangan tersebut, para relawan disebut terbiasa menghadapi panas, asap hingga medan kebakaran yang melelahkan. Turunnya hujan akhirnya memberikan kesempatan bagi mereka untuk meninggalkan lokasi lebih awal dan beristirahat.

Namun, harapan terbesar bukan sekadar bisa pulang lebih cepat. Hujan diharapkan mampu membasahi lahan yang telah lama kering sekaligus membantu proses pemadaman karhutla.

Terlebih, kebakaran di lahan gambut memiliki tantangan tersendiri. Api dan bara dapat tersimpan di bawah permukaan tanah sehingga proses pendinginan perlu dilakukan untuk mencegah api kembali muncul.

Karena itu, hujan menjadi bantuan yang sangat berarti bagi petugas dan relawan yang selama ini berjibaku melakukan pemadaman.

“Hujan hari ini mungkin hanya air bagi sebagian orang. Tapi bagi kami, ini adalah jawaban doa,” tulis Asrul.

Momen tersebut menggambarkan bagaimana hujan yang mungkin terasa biasa bagi sebagian masyarakat memiliki arti berbeda bagi mereka yang berada di garis depan penanganan karhutla.

Setelah 67 hari berada di tengah panas dan asap, para relawan akhirnya dapat meninggalkan lokasi dengan membawa rasa syukur sekaligus harapan agar hujan terus turun di wilayah terdampak kebakaran.

Mereka berharap curah hujan dapat membantu memadamkan titik-titik api serta bara yang masih tersimpan di dalam lahan, sehingga perjuangan panjang petugas dan relawan menangani karhutla segera membuahkan hasil. (Tfa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *