Update

Inggris Kalah 2-3 dari Spanyol, Thomas Tuchel Soroti Kekurangan The Three Lions

30
×

Inggris Kalah 2-3 dari Spanyol, Thomas Tuchel Soroti Kekurangan The Three Lions

Sebarkan artikel ini

Inggris kalah 2-3 dari Spanyol di UEFA Nations League. Harry Kane gagal penalti, lini belakang kembali bermasalah dan Thomas Tuchel menyoroti kualitas eksekusi timnya.

Thomas Tuchel, manajer Inggris, bereaksi selama pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta pada 16 Juli 2026 di Atlanta, Georgia. (Justin Setterfield/Getty Images melalui AFP)

RIAUTIMES.COM – Timnas Inggris kembali harus menerima hasil pahit setelah kalah 2-3 dari Spanyol dalam laga UEFA Nations League di Wembley.

Pertandingan ini menjadi laga pertama Inggris setelah tersingkir dari Piala Dunia usai kalah dari Argentina di semifinal. Pelatih Thomas Tuchel berharap timnya bisa menunjukkan respons positif, tetapi Inggris kembali gagal menuntaskan pertandingan dengan kemenangan.

Spanyol tampil lebih tenang dan rapi sepanjang laga. Sebaliknya, Inggris terlihat kesulitan menjaga keseimbangan permainan, terutama pada awal pertandingan.

Kesalahan individu bahkan langsung menjadi masalah bagi tuan rumah.

Marc Guehi melakukan kesalahan di area pertahanan yang membuat Lamine Yamal mampu membawa Spanyol unggul cepat ketika pertandingan baru berjalan dua menit.

Setelah gol tersebut, Spanyol terus menekan.

Ferran Torres sempat mencetak gol, tetapi dianulir karena offside. Ia juga beberapa kali mendapat peluang bagus, termasuk satu kesempatan yang berhasil digagalkan kiper Inggris James Trafford.

Meski terus ditekan, Inggris justru mampu bangkit.

Anthony Gordon menyamakan skor melalui penyelesaian yang tenang sebelum Harry Kane membawa Inggris berbalik unggul 2-1 lewat sundulan yang berubah arah setelah mengenai pemain lawan.

Inggris pun menutup babak pertama dengan keunggulan.

## Kane Gagal Penalti

Peluang Inggris untuk memperbesar keunggulan datang pada awal babak kedua.

Harry Kane mendapatkan kesempatan dari titik penalti.

Namun, penalti tersebut gagal menghasilkan gol. Kane terpeleset ketika menendang bola dan dinilai melakukan dua sentuhan.

Momen itu menjadi salah satu titik balik pertandingan.

Spanyol kemudian kembali mengambil kendali permainan.

Kesalahan Nico O’Reilly dalam penguasaan bola membuka jalan bagi Alex Baena untuk mencetak gol penyama kedudukan.

Skor berubah menjadi 2-2.

Spanyol akhirnya memastikan kemenangan melalui Mikel Oyarzabal pada menit ke-74.

Oyarzabal kembali menjadi mimpi buruk Inggris. Sebelumnya, pemain tersebut juga mencetak gol kemenangan Spanyol atas Inggris pada final Euro 2024.

Pertandingan berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Spanyol.

## Pertahanan Inggris Jadi Sorotan

Meski mampu menciptakan sejumlah peluang, pertahanan Inggris kembali menjadi masalah besar.

Kesalahan yang dilakukan Guehi dan O’Reilly berujung langsung pada gol lawan.

Jarell Quansah yang dimainkan sebagai bek kanan juga terlihat kesulitan sepanjang pertandingan.

Posisi tersebut memang bukan posisi alaminya.

Secara keseluruhan, Inggris kini sudah kebobolan 13 gol dalam enam pertandingan terakhir di semua kompetisi.

Jumlah tersebut berbanding terbalik dengan catatan awal era Thomas Tuchel, ketika Inggris hanya kebobolan tujuh gol dalam 17 pertandingan pertamanya.

Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi Tuchel.

## Gordon dan Bellingham Tampil Menonjol

Di tengah kekalahan, Anthony Gordon menjadi salah satu pemain Inggris yang tampil paling menonjol.

Gordon tampil cepat dan agresif dalam menyerang.

Ia juga mencetak gol yang sempat membawa Inggris kembali ke pertandingan.

Jude Bellingham juga menunjukkan performa kuat di lini tengah.

Pemain Real Madrid tersebut beberapa kali membawa bola ke depan dan membantu Inggris keluar dari tekanan Spanyol.

Menariknya, dua pemain terbaik Inggris dalam pertandingan ini sama-sama bermain di klub Spanyol.

Gordon saat ini bermain untuk Barcelona, sedangkan Bellingham membela Real Madrid.

## Tuchel Nilai Inggris Sudah Lebih Berani

Thomas Tuchel menilai timnya sebenarnya sudah menunjukkan keberanian saat menghadapi Spanyol.

Menurutnya, Inggris mampu melakukan tekanan tinggi dan beberapa kali merebut bola di area lawan.

Tuchel juga menyebut pertahanan Inggris dalam blok rendah sudah berjalan cukup baik, meski tetap ada kesalahan yang harus diperbaiki.

Ia menilai perbedaan utama Inggris dan Spanyol bukan terletak pada keberanian bermain, tetapi pada kualitas eksekusi di area akhir.

“Kami tidak melihat ada jarak besar antara kedua tim, kecuali dalam penyelesaian teknis. Di 20 meter terakhir, mereka lebih baik dari kami,” kata Tuchel.

Pelatih asal Jerman itu juga menilai Inggris sudah memiliki struktur permainan yang cukup jelas.

Timnya mencoba memindahkan arah serangan, menggunakan bek sayap lebih tinggi, dan meningkatkan tekanan setelah awal pertandingan yang buruk.

Namun, hasil akhir tetap menjadi masalah.

## Kane: Inggris Sebenarnya Bisa Menang

Kapten Inggris Harry Kane menilai timnya menunjukkan beberapa periode permainan yang sangat baik.

Menurut Kane, Inggris bahkan sempat bermain pada level terbaik mereka dalam waktu yang cukup lama.

“Kami bermain melawan juara dunia dan juara Eropa, dan kami mampu bermain seimbang,” kata Kane.

Ia menambahkan bahwa pada hari lain, Inggris mungkin saja bisa memenangkan pertandingan.

Namun, pada laga ini, Inggris kembali gagal memanfaatkan momentum penting.

Penalti Kane yang gagal, kesalahan di lini belakang dan ketenangan Spanyol dalam mengendalikan pertandingan akhirnya menjadi pembeda.

## Inggris Masih Harus Belajar Mengendalikan Pertandingan

Kekalahan dari Spanyol memperlihatkan satu masalah yang masih harus diperbaiki Inggris.

Mereka mampu bermain cepat, agresif dan penuh energi, tetapi belum selalu mampu mengendalikan pertandingan ketika tekanan meningkat.

Spanyol menunjukkan perbedaan dalam hal tersebut.

Tim asuhan Spanyol tetap tenang meski sempat tertinggal 1-2.

Mereka tidak terburu-buru dan terus memainkan gaya mereka sendiri hingga akhirnya mampu membalikkan keadaan.

Bagi Inggris, laga ini kembali menjadi pelajaran bahwa bermain berani saja belum cukup untuk memenangkan pertandingan besar.

Tuchel masih memiliki pekerjaan rumah besar, terutama dalam memperbaiki lini belakang, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan menjaga konsistensi selama 90 menit.

Meski kalah, beberapa periode permainan Inggris tetap memberikan harapan.

Namun, untuk bersaing dengan tim terbaik dunia, Inggris masih membutuhkan sesuatu yang lebih dari sekadar keberanian dan intensitas.

Mereka membutuhkan kontrol. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *