Regional

Sudah 8 Tahun Mangkrak, Nasib Jembatan Rumbio Mulai Dicarikan Jalan Keluar

30
×

Sudah 8 Tahun Mangkrak, Nasib Jembatan Rumbio Mulai Dicarikan Jalan Keluar

Sebarkan artikel ini

RIAUTIMES.COM, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tidak ingin pembangunan Jembatan Rumbio di Kabupaten Kampar yang sudah mangkrak selama delapan tahun terus dibiarkan. Selain dibutuhkan masyarakat, anggaran pembangunan sebelumnya sudah terserap sehingga proyek yang tidak kunjung diselesaikan dinilai dapat menimbulkan kerugian semakin besar.

Pemprov Riau kini akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar untuk membedah persoalan yang membuat pembangunan jembatan tersebut terhenti. Kondisi konstruksi yang sudah terbangun juga akan dikaji sebelum menentukan langkah berikutnya.

Plt Gubernur Riau SF Hariyanto mengatakan, persoalan Jembatan Rumbio menjadi perhatian setelah menerima langsung aspirasi tokoh masyarakat dan tokoh adat Kenegerian Rumbio di Ruang Rapat Gubernur Riau, Senin (28/9/2026).

Menurutnya, pemerintah perlu mencari jalan keluar agar pembangunan yang telah dimulai tersebut tidak terus terbengkalai.

“Jembatan ini sudah delapan tahun mangkrak dan masyarakat sangat membutuhkan keberadaannya. Kami akan duduk bersama Pemkab Kampar untuk mencari tahu kendalanya dan mencari jalan keluar agar pembangunan ini bisa diselesaikan,” kata SF Hariyanto.

SF menilai penyelesaian jembatan tidak hanya berkaitan dengan kelanjutan pembangunan infrastruktur. Pemerintah juga perlu mempertimbangkan anggaran yang sebelumnya telah digunakan serta manfaat yang bisa diperoleh masyarakat jika jembatan tersebut dapat difungsikan.

“Kalau tidak diselesaikan, tentu kerugiannya akan semakin besar karena sudah ada anggaran yang terserap di sana. Yang paling penting, masyarakat memang sangat membutuhkan jembatan ini,” ujarnya.

Pemprov Akan Duduk Bersama Pemkab Kampar

Sebagai tindak lanjut, Pemprov Riau berencana mengundang Bupati Kampar dan pihak terkait untuk membahas persoalan pembangunan Jembatan Rumbio.

Pembahasan akan digunakan untuk memetakan penyebab proyek belum selesai sekaligus melihat kondisi pembangunan yang telah tersedia. Penyelesaian nantinya juga akan disesuaikan dengan kewenangan masing-masing pemerintah daerah.

“Nanti kita akan panggil Bupati dan duduk bersama. Kita lihat persoalannya serta kondisi pembangunan yang ada, kemudian kita carikan solusi untuk kepentingan masyarakat,” kata SF.

Jembatan tersebut direncanakan menghubungkan Desa Rumbio dengan Pulau Payung. Menurut SF, keberadaannya memiliki potensi manfaat cukup besar karena dapat digunakan masyarakat dari dua kecamatan sebagai akses menuju jalan lintas.

Jika jembatan dapat diselesaikan, masyarakat juga diharapkan tidak lagi harus menggunakan jalur yang lebih jauh.

“Potensinya cukup besar karena masyarakat dari dua kecamatan akan menggunakan akses ini untuk menuju jalan lintas. Karena itu, kita tentu mendukung penyelesaian jembatan tersebut demi kepentingan masyarakat,” jelasnya.

Dukungan warga terhadap pembangunan tersebut, lanjut SF, juga telah ditunjukkan melalui penyediaan lahan untuk kepentingan fasilitas umum.

“Masyarakat sangat mendukung karena mereka sudah memberikan tanah hibah untuk masjid dan membebaskan tanahnya. Jadi kebutuhan terhadap akses ini memang sangat besar,” ujarnya.

Tiang Jembatan Bakal Dikaji Kelayakannya

Datuk Kampar sekaligus tokoh masyarakat, Munasir Ma’adab mengatakan, kedatangan tokoh masyarakat Rumbio menemui Plt Gubernur merupakan bagian dari upaya mencari kepastian mengenai kelanjutan pembangunan jembatan.

Sebelum menemui Pemprov Riau, masyarakat menurutnya telah berkomunikasi dengan sejumlah pihak, termasuk Bupati Kampar, anggota DPRD Provinsi Riau dan Dinas PUPR Kabupaten Kampar.

“Kami datang membawa harapan masyarakat Desa Rumbio karena jembatan yang menghubungkan Rumbio dengan Pulau Payung ini sudah mangkrak selama delapan tahun. Banyak masyarakat yang terkendala karena akses tersebut belum tersedia,” kata Munasir.

Ia menyambut rencana Pemprov Riau mempertemukan pihak-pihak terkait untuk mencari penyelesaian. Salah satu hal yang akan menjadi perhatian adalah kondisi teknis konstruksi yang sudah lama terbangun.

“Kami bersyukur dan berterima kasih karena Pak Gubernur menyampaikan akan memanggil Bupati dan mengkaji kembali kondisi jembatan, termasuk melihat apakah tiang yang sudah ada masih layak digunakan,” ungkapnya.

Munasir berharap koordinasi Pemprov Riau dan Pemkab Kampar segera menghasilkan langkah konkret sehingga pembangunan Jembatan Rumbio dapat dilanjutkan dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *