Ekonomi

BRI Buka Jalan Perempuan Naik Kelas, 2,3 Juta Debitur Berhasil Tingkatkan Akses Pembiayaan

30
×

BRI Buka Jalan Perempuan Naik Kelas, 2,3 Juta Debitur Berhasil Tingkatkan Akses Pembiayaan

Sebarkan artikel ini

RIAUTIMES.COM, LOMBOK – Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dalam mendorong perempuan tumbuh, mandiri, dan naik kelas kembali mendapat pengakuan. BRI meraih penghargaan Advancing Women’s Economic Empowerment dalam ajang Bloomberg Technoz Women on the Move (WOTM) 2026.

Penghargaan tersebut diberikan dalam acara yang berlangsung di Sudamala Resort Senggigi, Nusa Tenggara Barat, 12 September 2026. Apresiasi ini diberikan atas upaya BRI memperluas akses keuangan sekaligus memberdayakan perempuan, termasuk para pelaku UMKM.

Wakil Direktur Utama BRI, Viviana Dyah Ayu Retno Kumalasari mengatakan, penghargaan tersebut menjadi bukti konsistensi BRI dalam mendukung perempuan, terutama pengusaha UMKM agar mampu mengembangkan usaha dan naik kelas.

“Apresiasi ini semakin mempertegas komitmen panjang Perseroan dalam mendorong inklusi finansial yang sesungguhnya. Di BRI, pemberdayaan perempuan bukan sekadar inisiatif sosial, melainkan bagian dari strategi kami dalam membangun resiliensi ekonomi nasional,” kata Viviana.

Menurutnya, BRI tidak hanya menyediakan akses permodalan, tetapi juga membangun ekosistem yang membantu meningkatkan kemampuan dan kapasitas pengusaha perempuan.

“Kami merancang ekosistem yang tidak hanya menyediakan akses permodalan, tetapi juga membangun kapabilitas agar pengusaha UMKM perempuan dapat terus berkembang dan naik kelas,” tegasnya.

Salah satu upaya tersebut dijalankan melalui ekosistem Holding Ultra Mikro (UMi). Melalui program PNM Mekaar, pemberdayaan secara khusus menyasar perempuan prasejahtera sebagai salah satu pilar penting dalam memperluas inklusi keuangan.

Hingga akhir Triwulan II 2026, Holding UMi tercatat telah melayani 33,8 juta debitur aktif serta mengelola lebih dari 166 juta rekening simpanan mikro.

Tidak hanya memperluas akses pembiayaan, ekosistem tersebut juga telah mendorong sekitar 2,3 juta debitur naik kelas. Hal ini mencerminkan perjalanan nasabah dari segmen usaha yang lebih kecil menuju akses layanan dan pembiayaan yang semakin luas.

Komitmen terhadap pemberdayaan perempuan juga terlihat dari komposisi pekerja di lingkungan BRI.

Hingga Triwulan II 2026, pekerja perempuan di BRI mencapai 43,3 persen. Sementara itu, pada level Board of Directors, komposisi perempuan tercatat sebesar 23 persen.

Viviana mengatakan, BRI ingin membuka ruang yang semakin luas bagi perempuan untuk mengambil peran strategis, baik dalam mengembangkan usaha maupun menduduki posisi kepemimpinan di lingkungan perusahaan.

“Ke depan, kami ingin semakin banyak perempuan memiliki kesempatan untuk mengambil peran strategis, baik dalam pengembangan usaha maupun dalam kepemimpinan di BRI,” ujarnya.

Menurut Viviana, keberagaman tidak hanya berkaitan dengan keterwakilan perempuan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan beragam perspektif untuk mendukung pertumbuhan bisnis.

“Bagi kami, keberagaman bukan hanya soal representasi, tetapi juga bagaimana perspektif yang beragam dapat ikut mendorong kinerja dan pertumbuhan BRI serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi ekonomi nasional,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *