PEKANBARU – Jumlah titik panas atau *hotspot* di Riau turun menjadi delapan titik pada Jumat (9/10/2026). Namun penurunan tersebut belum langsung membuat kualitas udara di Pekanbaru membaik.
Konsentrasi partikulat halus **PM2.5 di Pekanbaru tercatat 117,4 mikrogram per meter kubik pada pukul 06.00 WIB** dan berada pada kategori tidak sehat. ([Media Center Riau][1])
Pria di Kampar Tewas Diduga Tersengat Listrik Saat Ambil Buah Sawit
Selasa, 28 Juli, 2026BMKG mengingatkan masyarakat tetap membatasi paparan asap, terutama ketika harus beraktivitas di luar ruangan.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Indah DN, mengatakan penggunaan masker tetap disarankan selama kualitas udara belum kembali ke kategori aman.
“Warga juga disarankan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat, terutama untuk mengurangi risiko gangguan pada sistem pernapasan,” kata Indah.
PM2.5 Pekanbaru Masih Tidak Sehat
Data BMKG menunjukkan kondisi kualitas udara belum sepenuhnya pulih.
Pada pukul 06.00 WIB, PM2.5 mencapai 117,4 µg/m³. Beberapa jam kemudian, pantauan BMKG juga masih menunjukkan kategori tidak sehat. Pada pukul 11.00 WIB, misalnya, PM2.5 tercatat sekitar 141 µg/m³.
Artinya, meski jumlah titik panas di Riau menurun, partikulat halus masih berada dalam konsentrasi yang perlu diwaspadai.
BMKG menyarankan masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan. Anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan juga diminta lebih berhati-hati dan menggunakan masker bila harus keluar rumah.
Hotspot Riau Tinggal Delapan Titik
Berdasarkan pembaruan data yang dilaporkan hingga Kamis malam, jumlah hotspot di Riau tercatat sebanyak **delapan titik**.
Titik panas tersebut tersebar di lima kabupaten:
* Kampar: 1 titik
* Kuantan Singingi: 2 titik
* Pelalawan: 2 titik
* Indragiri Hulu: 2 titik
* Indragiri Hilir: 1 titik
Jumlah tersebut turun dibandingkan sehari sebelumnya.
Pada Kamis (8/10/2026), BMKG masih mencatat **19 hotspot di Riau**, dengan konsentrasi terbanyak berada di Kuantan Singingi sebanyak 15 titik. ([Media Center Riau][5])
Penurunan ini menunjukkan adanya perubahan cukup signifikan dalam waktu sehari.
Namun titik panas merupakan indikasi satelit dan tetap membutuhkan verifikasi lapangan untuk memastikan keberadaan kebakaran.
Sumatera Masih Catat Ribuan Hotspot
Meski hotspot di Riau turun, kondisi di wilayah Sumatera secara keseluruhan masih perlu mendapat perhatian.
BMKG mencatat sebanyak 4.127 hotspot terdeteksi di Sumatera berdasarkan pemantauan Jumat pagi.
Sumatera Selatan menjadi penyumbang terbesar dengan 3.328 titik.
Kemudian disusul:
Lampung 330 titik, Bangka Belitung 225 titik, Jambi 224 titik, Sumatera Barat lima titik, Bengkulu lima titik, Sumatera Utara dua titik, dan Riau delapan titik.
Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam melihat pergerakan asap di wilayah Sumatera.
Asap Diperkirakan Masih Bertahan
BMKG masih memprakirakan adanya kekaburan udara akibat asap sepanjang Jumat hingga dini hari.
Karena itu, berkurangnya hotspot belum otomatis membuat udara langsung kembali bersih.
Partikel asap yang sudah berada di atmosfer dapat bertahan dan berpindah mengikuti pola angin.
Kondisi cuaca, arah angin, kelembapan dan hujan juga ikut menentukan seberapa cepat konsentrasi polutan berkurang.
Hujan Berpeluang Turun di Sejumlah Wilayah
Ada peluang hujan yang dapat membantu memperbaiki kondisi udara.
BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di beberapa daerah Riau sejak pagi.
Pada siang hari, hujan ringan berpeluang turun di sebagian wilayah Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Kepulauan Meranti dan Dumai.
Peluang hujan diperkirakan meluas pada sore hingga malam hari di sebagian besar wilayah Riau.
Pada dini hari, hujan ringan hingga sedang juga berpotensi terjadi di sejumlah daerah, termasuk Kota Pekanbaru.
BMKG turut mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sebagian wilayah Rokan Hulu, Kampar, Bengkalis, Siak, Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir.
Suhu Riau Maksimal 34 Derajat Celsius
Suhu udara di Riau diprakirakan berada pada kisaran 23–34 derajat Celsius dengan kelembapan 45–98 persen.
Angin bertiup dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 10–40 kilometer per jam.
Sementara tinggi gelombang di perairan Riau berkisar 0,5–1,25 meter dan masih berada dalam kategori rendah.
Jangan Terkecoh Penurunan Hotspot
Turunnya hotspot dari 19 menjadi delapan titik menjadi perkembangan positif.
Namun kondisi kualitas udara menunjukkan masyarakat belum bisa mengabaikan paparan asap.
PM2.5 merupakan partikulat sangat kecil yang dapat masuk jauh ke saluran pernapasan.
Karena itu, BMKG meminta masyarakat tetap memeriksa kondisi kualitas udara sebelum beraktivitas di luar rumah.
Penggunaan masker dan membatasi aktivitas luar ruangan ketika asap kembali pekat menjadi langkah yang disarankan sampai kualitas udara membaik. (*)





















