Regional

Profil Dimas Wicaksono, Pemain 19 Tahun PSPS yang Jadi Pahlawan Derby Andalas

25
×

Profil Dimas Wicaksono, Pemain 19 Tahun PSPS yang Jadi Pahlawan Derby Andalas

Sebarkan artikel ini

PEKANBARU — Nama Dimas Wicaksono Putra Rahman mendadak menjadi sorotan setelah membawa PSPS Pekanbaru meraih kemenangan penting atas Semen Padang FC dalam Derby Andalas.

Pemain berusia 19 tahun itu menjadi satu-satunya pencetak gol ketika PSPS menundukkan Semen Padang 1-0 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (4/10/2026) malam.

Menariknya, Dimas tidak bermain sejak menit pertama.

Pelatih PSPS memasukkannya pada menit ke-64 menggantikan Asir Aziz. Dimas hanya membutuhkan delapan menit berada di lapangan untuk membuat perbedaan.

Pada menit ke-69, ia sudah mulai menghadirkan ancaman ke pertahanan Semen Padang.

Tiga menit berselang, tepat pada menit ke-72, Dimas berhasil menjebol gawang Kabau Sirah.

Gol tersebut menjadi satu-satunya gol yang tercipta hingga pertandingan berakhir sekaligus memastikan tiga poin dibawa pulang Askar Bertuah.

Momen itu membuat nama Dimas semakin menarik perhatian. Apalagi pemain bernomor punggung 62 tersebut baru bergabung dengan PSPS menjelang kompetisi musim 2026/2027.

Siapa sebenarnya Dimas Wicaksono?

Dimas memiliki nama lengkap Dimas Wicaksono Putra Rahman. Ia lahir pada 16 Juli 2007 dan saat ini berusia 19 tahun.

Dimas dikenal sebagai pemain yang beroperasi di lini tengah, tetapi juga bisa dimainkan lebih melebar di sisi sayap.

Sebelum berseragam PSPS Pekanbaru, perjalanan sepak bolanya banyak ditempa bersama Persebaya Surabaya.

Dimas merupakan pemain jebolan klub internal Persebaya, PS Pelindo. Dari sana, ia melanjutkan perkembangan melalui kelompok usia Persebaya.

Namanya tercatat memperkuat Persebaya U-16 pada Elite Pro Academy Liga 1 U-16 musim 2023/2024.

Data I.League mencatat Dimas tampil sebanyak 25 pertandingan pada kompetisi tersebut dan menyumbangkan empat gol.

Pengalaman di level usia muda kemudian membuka jalan menuju sepak bola profesional.

Dipinjamkan ke Persiraja

Pada musim 2024/2025, Dimas mendapat kesempatan meninggalkan Surabaya sementara waktu.

Persebaya meminjamkannya ke Persiraja Banda Aceh yang saat itu berlaga di Liga 2.

Keputusan tersebut menjadi tahap penting dalam perkembangan kariernya karena Dimas mulai mendapatkan pengalaman menghadapi pemain senior di kompetisi profesional.

Data I.League mencatat Dimas tampil dalam 20 pertandingan bersama Persiraja pada musim tersebut.

Meski belum mencetak gol, menit bermain yang diperolehnya menjadi modal penting bagi pemain yang ketika itu masih berusia sangat muda.

Setelah masa peminjamannya berakhir, Dimas kembali ke Persebaya.

Naik ke Tim Senior Persebaya

Performa Dimas membuatnya mendapatkan kesempatan masuk dalam skuad senior Persebaya Surabaya.

Namanya tercantum dalam daftar pemain Persebaya untuk Super League musim 2025/2026.

Persebaya menempatkannya sebagai pemain tengah bersama sejumlah nama seperti Toni Firmansyah, Francisco Rivera hingga Alfan Suaib.

Dimas juga tetap mendapatkan kesempatan memperkuat kelompok usia Persebaya.

Salah satu momen menarik terjadi ketika Persebaya U-20 menghadapi Persis Solo U-20 pada April 2026.

Dimas mencetak gol pembuka pada menit ke-17 setelah menusuk pertahanan lawan sebelum menaklukkan penjaga gawang Persis.

Pengalaman dari kompetisi kelompok usia hingga tim senior itu kemudian menjadi bekalnya ketika memutuskan melanjutkan karier ke Pekanbaru.

Gabung PSPS Pekanbaru

PSPS Pekanbaru mendatangkan Dimas menjelang bergulirnya Championship musim 2026/2027.

Askar Bertuah memperkenalkan pemain muda tersebut sebagai salah satu amunisi baru untuk memperkuat skuad.

Kehadiran Dimas sekaligus menjadi bagian dari strategi PSPS memadukan pemain berpengalaman dengan talenta muda.

Ia datang bersama sejumlah pemain baru lainnya dalam perombakan skuad PSPS musim ini.

Meski baru berusia 19 tahun, pengalaman Dimas cukup panjang.

Ia sudah merasakan kompetisi kelompok usia bersama Persebaya, Liga 2 bersama Persiraja, hingga berada dalam skuad senior Persebaya di kasta tertinggi.

Dimas juga langsung mendapatkan kepercayaan pada awal musim bersama PSPS.

Sebelum menghadapi Semen Padang, data I.League mencatat ia sudah tampil dalam tiga pertandingan pertama PSPS melawan PSIS Semarang, Persiraja Banda Aceh dan Sumsel United.

Namun belum ada gol yang tercipta dari kakinya dalam tiga pertandingan tersebut.

Penantiannya kemudian berakhir di salah satu laga paling bergengsi bagi PSPS.

Gol Pertama Datang di Derby Andalas

Laga menghadapi Semen Padang justru dimulai Dimas dari bangku cadangan.

PSPS menghadapi tekanan karena Semen Padang menguasai bola lebih banyak.

Namun Askar Bertuah tampil lebih berbahaya dalam menciptakan peluang.

Statistik resmi I.League menunjukkan Semen Padang menguasai 56 persen bola, sedangkan PSPS 44 persen.

Meski demikian, PSPS menghasilkan 15 tembakan dengan empat mengarah ke gawang. Semen Padang hanya mencatat tujuh tembakan dan satu yang tepat sasaran.

Kebuntuan berlangsung hingga pertengahan babak kedua.

Pada menit ke-64, PSPS melakukan tiga pergantian sekaligus. Dimas masuk menggantikan Asir Aziz.

Perubahan tersebut segera memberikan dampak.

Dimas menciptakan peluang pada menit ke-69 sebelum akhirnya mencetak gol pada menit ke-72.

Hanya delapan menit setelah menginjak lapangan, pemain berusia 19 tahun itu berubah menjadi penentu Derby Andalas.

Gol tersebut sekaligus menjadi gol pertama Dimas bersama PSPS pada Championship musim ini.

Lebih istimewa lagi, gol itu mengakhiri catatan Semen Padang yang belum terkalahkan dalam tiga pertandingan awal musim.

Efek Gol Dimas Lebih Besar dari Tiga Poin

Gol Dimas ternyata tidak hanya menentukan hasil pertandingan.

Beberapa jam setelah Semen Padang kalah dari PSPS, manajemen Kabau Sirah mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan pelatih Nil Maizar.

Dengan demikian, satu gol Dimas menjadi bagian dari malam yang membawa dua cerita besar sekaligus.

Bagi PSPS, gol tersebut menghasilkan kemenangan ketiga secara beruntun dan membawa Askar Bertuah bersaing di papan atas.

Bagi Semen Padang, kekalahan pertama musim ini justru berujung pada pergantian pelatih.

Sedangkan bagi Dimas, pertandingan itu bisa menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya.

Dari pemain muda binaan Persebaya, menjalani masa peminjaman bersama Persiraja, menembus tim senior Persebaya, hingga akhirnya datang ke Pekanbaru, Dimas kini mulai meninggalkan jejak bersama Askar Bertuah.

Usianya baru 19 tahun.

Perjalanan musim masih panjang, tetapi satu hal sudah ia buktikan: ketika kesempatan datang, beberapa menit saja bisa cukup untuk mengubah sebuah pertandingan. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *